<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>eko rudi hartono</title>
	<atom:link href="http://ekorudi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ekorudi.wordpress.com</link>
	<description>just innovation in action...</description>
	<lastBuildDate>Tue, 11 Sep 2007 02:13:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ekorudi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>eko rudi hartono</title>
		<link>http://ekorudi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ekorudi.wordpress.com/osd.xml" title="eko rudi hartono" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ekorudi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>kamus online</title>
		<link>http://ekorudi.wordpress.com/2007/03/13/kamus-online/</link>
		<comments>http://ekorudi.wordpress.com/2007/03/13/kamus-online/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Mar 2007 00:32:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekorudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ekorudi.wordpress.com/2007/03/13/kamus-online/</guid>
		<description><![CDATA[Komering bertanya di Guestbook blog ini cara memasang kamus online di blognya dan katanya kamus online yg ditunjukkan di sini tidak jalan. Setelah saya cek, ternyata masih ok, cuma link ke imagenya sepertinya broken. Karena memasang kamus online tidak perlu registrasi atau daftar lebih dulu, berikut saya berikan kode javascript-nya dan sekaligus link ke imagenya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekorudi.wordpress.com&amp;blog=1581998&amp;post=35&amp;subd=ekorudi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Komering bertanya di Guestbook blog ini cara memasang kamus online di blognya dan katanya kamus online yg ditunjukkan di sini tidak jalan. Setelah saya cek, ternyata masih ok, cuma link ke imagenya sepertinya broken. Karena memasang kamus online tidak perlu registrasi atau daftar lebih dulu, berikut saya berikan kode javascript-nya dan sekaligus link ke imagenya. Silahkan dicopy/paste semua kode tsb. ke bagian mana saja di template blog Anda. Idealnya, di sidebar seperti di <a href="http://fatihsyuhud.com/" target="_blank">Blogger Indonesia</a>.<span id="more-35"></span><br />
<span><span></span><br />
Copy dan paste kode di bawah di sidebar template. </span><span><br />
&lt;script language=”javascript”&gt;<br />
function openWindow() {<br />
popupWin = window.open(<br />
‘http://www.kamus.net/main.asp’,<br />
‘remote’, ‘width=230,height=356, left=20,top=20′<br />
)<br />
}<br />
&lt;/script&gt;</span><span>&lt;a href=”javascript:openWindow();” mce_href=”javascript:openWindow();”&gt;<br />
&lt;img src=”http://fatihsyuhud.googlepages.com/logosmall.gif” mce_src=”http://fatihsyuhud.googlepages.com/logosmall.gif” border=”0″ height=”27″ width=”97″ /&gt;</span><span>Salam ngeblog!</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ekorudi.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ekorudi.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ekorudi.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ekorudi.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ekorudi.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ekorudi.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ekorudi.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ekorudi.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ekorudi.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ekorudi.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ekorudi.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ekorudi.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ekorudi.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ekorudi.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ekorudi.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ekorudi.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekorudi.wordpress.com&amp;blog=1581998&amp;post=35&amp;subd=ekorudi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ekorudi.wordpress.com/2007/03/13/kamus-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2d8024282795aaa20af81b1800381618?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ekorudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tip Belajar Menulis Bahasa Inggris</title>
		<link>http://ekorudi.wordpress.com/2007/03/11/tip-belajar-menulis-bahasa-inggris/</link>
		<comments>http://ekorudi.wordpress.com/2007/03/11/tip-belajar-menulis-bahasa-inggris/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Mar 2007 00:27:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekorudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ekorudi.wordpress.com/2007/03/11/tip-belajar-menulis-bahasa-inggris/</guid>
		<description><![CDATA[Saya penasaran dg dosen-dosen saya yg produktif menulis dalam bahasa Inggris bukan hanya di media massa cetak seperti korandan majalah tapi juga di jurnal ilmiah bergengsi dunia. Suatu hari saya tanya pada salah satu dosen saya di Aligarh yg cukup produktif menulis tentang apa resepnya bisa menulis dalam bahasa Inggris dan apa tip buat saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekorudi.wordpress.com&amp;blog=1581998&amp;post=34&amp;subd=ekorudi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya penasaran dg dosen-dosen saya yg produktif menulis dalam bahasa Inggris bukan hanya di media massa cetak seperti korandan majalah tapi juga di jurnal ilmiah bergengsi dunia. <span id="more-34"></span></p>
<p>Suatu hari saya tanya pada salah satu dosen saya di Aligarh yg cukup produktif menulis tentang apa resepnya bisa menulis dalam bahasa Inggris dan apa tip buat saya agar bisa meniru dia. Berikut jawabannya plus tambahan dari saya:</p>
<p>Pertama, mulailah menulis tulisan bahasa Inggris secara teratur, setidaknya seminggu sekali. Semakin sering semakin baik.</p>
<p>Kedua, bawa tulisan tsb ke dosen yg bersedia meluangkan waktu untuk itu. Minta koreksi tata bahasa dan susunan yg baik serta alternatifnya.</p>
<p>Ketiga, hindari terlalu banyak baca buku grammar. Buang waktu. Sebaliknya, perbanyak baca tulisan artikel bahasa Inggris</p>
<p>formal yg ditulis oleh penutur asli (native speaker). Kurangi membaca artikel yg ditulis oleh orang India karena menurut ahli</p>
<p>grammar Inggris, bahasa Inggris India sering memakai istilah Inggris kuno yg sudah tidak dipakai lagi saat ini.</p>
<p>Keempat, masukkan tulisan yg dikoreksi tsb. dalam blog Anda. Dan kalau cukup panjang (antara 700-1000 kata) kirimkan ke media</p>
<p>cetak berbahasa Inggris seperti Jakarta Post.</p>
<p>Waktu saya menanyakan hal yg sama soal menulis artikel dalam bahasa Inggris kepada dosen saya yg lain yg sangat produktif menulis buku, saya kaget dg kisahnya bahwa dia baru belajar di universitas yg memakai medium bahasa Inggris sejak dia</p>
<p>mengambil program master (S2). Sedangkan sejak SD sampai S1 dia sekolah dan kuliah dg memakai medium bahasa Hindi (bahasa nasional India). Artinya, bukan alasan bagi kita untuk tidak bisa menulis bahasa Inggris hanya gara-gara sistem sekolah dan</p>
<p>kampus kita tidak memakai pengantar bahasa Inggris.</p>
<p>Intinya, biasakan membaca, membaca dan membaca bahasa Inggris seaktif mungkin. Dan sambil berlatih menulis dalam bahasa Inggris.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ekorudi.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ekorudi.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ekorudi.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ekorudi.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ekorudi.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ekorudi.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ekorudi.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ekorudi.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ekorudi.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ekorudi.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ekorudi.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ekorudi.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ekorudi.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ekorudi.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ekorudi.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ekorudi.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekorudi.wordpress.com&amp;blog=1581998&amp;post=34&amp;subd=ekorudi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ekorudi.wordpress.com/2007/03/11/tip-belajar-menulis-bahasa-inggris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2d8024282795aaa20af81b1800381618?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ekorudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kalau Artikel Tidak Dimuat</title>
		<link>http://ekorudi.wordpress.com/2007/03/10/kalau-artikel-tidak-dimuat/</link>
		<comments>http://ekorudi.wordpress.com/2007/03/10/kalau-artikel-tidak-dimuat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Mar 2007 00:27:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekorudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ekorudi.wordpress.com/2007/03/10/kalau-artikel-tidak-dimuat/</guid>
		<description><![CDATA[Untuk Kompas dan Suara Pembaruan tulisan yang tidak dimuat biasanya mendapat pemberitahuan dari redaksi. Sedangkan di koran-koran lain tanpa pemberitahuan. Umumnya, kalau dalam waktu seminggu tulisan tidak muncul, berarti tulisan kita tidak dimuat dan bisa dikirim ke media/koran lain. Jangan lupa, tulisan yang sama dapat dikirim ke dua media yang berbeda asal tidak sama segmennya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekorudi.wordpress.com&amp;blog=1581998&amp;post=33&amp;subd=ekorudi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Kompas dan Suara Pembaruan tulisan yang tidak dimuat biasanya mendapat pemberitahuan dari redaksi. Sedangkan di koran-koran lain tanpa pemberitahuan. Umumnya, kalau dalam waktu seminggu tulisan tidak muncul, berarti tulisan kita tidak dimuat dan bisa dikirim ke media/koran lain.<br />
Jangan lupa, tulisan yang sama dapat dikirim ke dua media yang berbeda asal tidak sama segmennya. Contoh, satu tulisan bisa saja dikirim ke media nasional dan media daerah (tentu saja tidak sekaligus di-CC-kan dalam satu email). Tapi jangan sekali-kali mengirim<span id="more-33"></span> satu tulisan ke dua media yang sama segmennya. Seperti pada dua media nasional atau dua media daerah yang sama. Contoh, Kompas dan Republika (dua media nasional) atau Waspada dan Harian SIB (media daerah Medan).<br />
Biodata Penulis dan Bonus Tulisan<br />
Biodata<br />
Setelah tulisan selesai, jangan lupa menuliskan biodata anda.Biodata penulis biasanya harus berkaitan dengan tema tulisan dan isinya singkat. Kalau kebetulan tema tulisan sesuai dengan jurusan dan/jabatan kita, maka jurusan/jabatan bisa digunakan sebagai biodata. Contoh, Sdr. Purwono, Medan, menulis artikel seputar sastra, maka biodatanya bisa dua macam (a) Dosen Fakultas Sastra UISU, Medan; atau (b) Pembantu Dekan I, UISU, Medan (jabatan ini dapat juga dipakai sebagai biodata tulisan yang berkaitan dengan dunia pendidikan secara umum).<br />
Akan tetapi kalau tulisan kita berkaitan dengan masalah yang tidak ada hubungannya dengan jurusan kita, maka dapat menggunakan biodata yang berkaitan dengan tulisan tsb. Contoh, Tasar Karimuddin yang jurusan ilmu politik menulis seputar agama, maka biodata bisa ditulis sebagai berikut: Penulis adalah Khatib KBRI New Delhi, atau Staf Litbang PPI-India, dst. Intinya, biodata bukan soal yang sulit. Ia dapat fleksibel, sesuai kebutuhan dan tema tulisan yang kita buat.<br />
Bonus<br />
Apakah tulisan yang dimuat ada honornya? Tentu ada. Namun, honor tulisan lebih pantas disebut bonus mengingat jumlahnya tidak begitu besar, bahkan sangat kecil untuk koran daerah, kalau diingat bahwa diperlukan painstaking effort untuk riset bahan, dan lain-lain. Apresiasi intelektual memang masih sangat kurang di negara kita dibanding di negara maju. Termasuk dalam hal ini honor/gaji dosen (PNS atau swasta), misalnya, yang kalah jauh dengan penghasilan tukang bengkel atau pemilik toko.<br />
Namun demikian, dibanding di India, honor tulisan di kita terbilang lumayan. Di the Jakarta Post (artikel bahasa Inggris), misalnya, tulisan yang dimuat bernilai Rp.750.000. Sedang di Kompas dan Jawa Pos, masing-masing Rp.450.000 dan Rp. 500.000. Ketiga koran ini adalah yang terbesar honornya. Sedangkan koran nasional lain seperti Media Indonesia, Suara Pembaruan, Suara Karya, dan lain-lain dan koran daerah di Jawa rata-rata Rp.300.000. Sementara untuk koran daerah luar jawa berkisar antara Rp.50.000 sampai 200.000.<br />
Menulis memang hendaknya tidak diniatkan untuk mengharapkan honor (baca, untuk cari duit). Karena kalau ini yang jadi tujuan, banyak aktivitas non-intelektual lain yang dapat menghasilkan jumlah lebih besar, walaupun kalau tulisan kita dimuat secara teratur dua kali saja dalam sebulan bisa melebihi gaji dosen. Menulis, seperti yang pernah saya singgung sebelumnya, bertujuan utama untuk (a) membangun kredibilitas intelektual dan gelar yang kita sandang; (b) menyebarkan ide yang kita miliki ke kalangan yang lebih luas; (c) ikut mewarnai dunia wacana nasional yang akan punya pengaruh langsung pada pembangungan masa depan Indonesia dan (d) membentuk citra baik almamater, institusi dan jabatan yang kita sandang.</p>
<p>PENUTUP<br />
Sebagai penutup uraian singkat tips menulis ini saya ingin mengulangi dan menekankan bahwa belajar menulis, terutama bagi pemula, adalah DENGAN MENULIS APA YANG MAU KITA TULIS. TIDAK PERLU BELAJAR TEORI. Dan kirimkan tulisan tsb. ke media. Idealnya, sebelum dikirim tulisan kita diperiksakan dulu pada rekan atau dosen anda yang biasa menulis. Kalau tidak ada, langsung saja dikirim. Jangan lupa, usahakan setiap hari membaca rubrik: headlines, editorial dan artikel opini koran yang anda baca. Soal nonteknis yang tak kalah pentingnya untuk produktifitas menulis adalah BE RESILIENT AND HUMBLE (tidak mudah putus asa untuk terus mencoba kalau tulisan tidak dimuat dan tetap rendah hati ketika tulisan dimuat).<br />
Selamat memulai menulis dan bagi yang membutuhkan bantuan teknis (editing, bahan, dan lain-lain) silahkan kirim email ke salah satu rekan berikut: saya (gagho@yahoo.com), Rizqon Khamami (rizqonkham@yahoo.com), Qisai (qisai@yahoo.com), Izam Zamhasari (izamsh@yahoo.com).<br />
Mari maju bersama mencapai kredibilitas intelektual pribadi dan almamater (mahasiswa dan masyarakat Indonesia di India).(TAMAT)[]</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ekorudi.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ekorudi.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ekorudi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ekorudi.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ekorudi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ekorudi.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ekorudi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ekorudi.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ekorudi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ekorudi.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ekorudi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ekorudi.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ekorudi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ekorudi.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ekorudi.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ekorudi.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekorudi.wordpress.com&amp;blog=1581998&amp;post=33&amp;subd=ekorudi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ekorudi.wordpress.com/2007/03/10/kalau-artikel-tidak-dimuat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2d8024282795aaa20af81b1800381618?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ekorudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membina Hubungan dengan Media</title>
		<link>http://ekorudi.wordpress.com/2007/03/10/membina-hubungan-dengan-media/</link>
		<comments>http://ekorudi.wordpress.com/2007/03/10/membina-hubungan-dengan-media/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Mar 2007 00:25:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekorudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ekorudi.wordpress.com/2007/03/10/membina-hubungan-dengan-media/</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu kesalahan terbesar yang pernah saya lakukan sebagai mahasiswa India terjadi pada saat kedatangan presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur (GD) ke India pada 2001. Waktu itu, dia diikuti oleh sejumlah besar rombongan pebisnis dan –ini yang tak saya ketahui sebelumnya– sejumlah pemimpin redaksi media cetak Indonesia. Waktu itu saya dan Julkifli Marbun, yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekorudi.wordpress.com&amp;blog=1581998&amp;post=32&amp;subd=ekorudi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu kesalahan terbesar yang pernah saya lakukan sebagai mahasiswa India terjadi pada saat kedatangan presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur (GD) ke India pada 2001. Waktu itu, dia diikuti oleh sejumlah besar rombongan pebisnis dan –ini yang tak saya ketahui sebelumnya– sejumlah pemimpin redaksi media cetak Indonesia.<br />
Waktu itu saya dan Julkifli Marbun, yang sekarang jadi wartawan GATRA, menjadi guide rombongan GD. Kami baru tahu kalau para pemred ikut sewaktu GD mengadakan audisi dengan masyarakat Indonesia di KBRI New Delhi. Waktu itu seluruh pemred diminta oleh GD untuk memperkenalkan diri. Di situ baru saya terperanjat. Mengapa saya dan teman-teman PPI tidak tahu keberadaan mereka? Dan mengapa pihak KBRI tidak<span id="more-32"></span> memberitahu? Tentu saja kesalahan terbesar ada pada PPI yang tidak menanyakan hal itu, walaupun seandainya pihak KBRI menginformasikan keikutsertaan para pemred itu tanpa ditanya akan lebih diapresiasi.<br />
Setelah acara pertemuan dengan GD selesai dan rombongan pulang ke Tanah Air, kami baru merasakan hilangnya peluang emas sangat besar yang dapat mempengaruhi sepak terjang sejarah peran mahasiswa India di bidang penulisan/pemikiran di masa depan. Ini pelajaran berharga yang semoga tidak terulang di masa depan. Dan dari sini juga dapat dilihat betapa perlunya koordinasi antara PPI dan KBRI, khususnya dalam menginformasikan kedatangan tamu dari Tanah Air. Banyak cara penyampaian informasi kepada kami; termasuk antara lain melalui milis ini. Terutama menyangkut bakal kedatangan rekan-rekan jurnalis dari Tanah Air yang hal itu akan dapat kami manfaatkan semaksimal mungkin.<br />
***</p>
<p>Membina hubungan personal dengan kalangan media Tanah Air, dengan para wartawan khususnya pemred-nya, sangatlah perlu. Dan itu menjadi salah satu trik yang tak kalah pentingnya agar tulisan kita dapat dimuat. Seperti yang saya singgung dalam tulisan sebelumnya, persaingan atau lebih tepatnya kompetisi dalam menulis sangatlah ketat. Rata-rata antara 20 sampai 50 tulisan masuk ke meja redaksi media setiap harinya. Sedang yang dapat dimuat cuma antara dua sampai empat tulisan.<br />
Apabila terdapat 20 tulisan saja yang masuk untuk dimuat besok harinya dan semuanya memenuhi syarat untuk dimuat dari segi relevansi tulisan dan kebaruan idenya, maka biasanya redaksi akan memprioritaskan tulisan yang, pertama, penulisnya sudah terkenal. Kedua, penulisnya sudah kenal pribadi (walaupun belum terkenal). Ketiga, penulisnya belum dikenal tapi tulisannya cukup bagus. Jadi, kita-kita sebagai penulis yang belum terkenal dan belum kenal pribadi dengan tim redaksi hanya mendapat prioritas ketiga. Kesempatan dimuat adalah apabila kelompok pertama atau kedua sedang tidak mengirim tulisan atau tulisannya kurang bagus. Di sinilah relevansinya mengapa membina hubungan personal dengan tim redaksi sebuah media itu perlu dan sangat penting. Dan itulah sebabnya, mengapa saya merasa melakukan kesalahan sangat besar karena melewatkan kesempatan emas kala para pemred itu datang ke New Delhi waktu itu.<br />
Namun demikian, kita hendaknya tidak kecil hati. Stay cool and relax. Tetaplah menulis dan mengirim ke media. Penulis baru yang “bandel” akan mendapat perhatian tersendiri dari redaksi. Dan itu sudah terbukti dari pengalaman rekan-rekan yang tidak kenal sama sekali dengan redaksi tapi tulisan-tulisannya sudah dimuat di media seperti Qisai, Zamhasari Rizqon dan Tasar, dan lain-lain. Ini terjadi karena penulis terkenal di kita kurang produktif dan di situ peluang penulis-penulis baru seperti kita untuk bisa masuk. Sekali tulisan kita dimuat, tulisan-tulisan berikutnya akan mudah diterima walaupun tidak otomatis dimuat.</p>
<p>Membina Relasi via Milis dan Chat Room<br />
Internet telah merubah tatanan konvensional di berbagai lini kehidupan. Kalau dulu, untuk dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan individu di KBRI perlu datang ke rumahnya atau kantor, sekarang via milis inipun kita dapat “ngobrol” dengan mereka; begitu pun mereka dengan kita. Dulu, kita tidak pernah kenal dengan mahasiswa Pune, Bangalore, Hyderabad, dan lain-lain dan masyarakat KJRI Mumbai. Sekarang, kita dengan mudah saling kenal via milis walaupun secara fisik belum bertemu.<br />
Dengan demikian, milis dapat dijadikan sebagai ajang mendekatkan diri dengan kalangan wartawan. Dari milis nasional ppi, saya banyak mengenal mereka yang aktif berdiskusi seperti Satrio Arismunandar dari TRANS TV, Heri Hendrayana alias Gola Gong dari RCTI, Sirikit Syah dari Media Centre, Ramadan Pohan dari Jawa Pos, Elok dan Edna dari Kompas, dan lain-lain. Untuk lebih banyak lagi mengenal kalangan jurnalis ini silahkan bergabung dengan milis mereka seperti jurnalisme@yahoogroups.com, wartawanindonesia@yahoogroups.com, pantau-komunitas@yahoogroups.com, dan lain-lain.<br />
Apabila kita sudah sering berdebat dengan mereka di milis, biasanya hubungan itu bisa terus dilanjutkan via email pribadi dan bahkan dapat diteruskan via chatting atau YM (yahoo messenger). Kalau sudah demikian personal, tidak terlalu sulit tulisan kita dapat menembus media mereka. Irwansyah Yahya, umpamanya, yang sudah kenal dekat via online dengan Rizal (wartawan harian Serambi), atau Rizqon dengan harian Duta Masyarakat, adalah beberapa contoh kecil yang berhasil menjalin hubungan personal dengan media. Selain itu, kelebihan kenal personal seperti ini adalah apabila mereka memerlukan tulisan tentang India, maka mereka akan langsung menghubungi kita untuk membuatnya. Seperti Rizqon Khamami yang sudah sering diminta menulis untuk jurnal Taswirul Afkar, harian Duta Masyarakat, pesantrenvirtual.com, dan lain-lain.<br />
Alumni India dan Media<br />
Alumni India yang secara formal terbentuk berada di Medan. Wadah alumni ini bisa dimanfaatkan secara maksimum untuk mendekatkan diri dengan media. Di samping itu, tanpa dekat dengan media kegiatan alumni India tidak akan diketahui orang. Dan itu, dalam sistem manajemen modern, sangat disayangkan. Jutaan bahkan milyaran dolar dibelanjakan oleh perusahaan terkenal untuk iklan saja, untuk mengangkat citra dan imej barang yang ditawarkan; yang menunjukkan betapa perlunya promosi dan public relation dilakukan. Dengan mendirikan mailing list/milis nasional ppi yang diikuti oleh berbagai tokoh nasional kita, maka DP PPI telah menunjukkan preseden/contoh yang baik bagaimana cara public relation yang efektif dan murah.<br />
Individu yang bersikap low profile itu baik. Akan tetapi, institusi haruslah high-profile dan penuh hiruk pikuk. Tidak ada cara lain untuk high-profile kecuali dua cara: (a) mengadakan kegiatan menarik, dan (b) mengundang semua media di Medan untuk mengeksposenya. Tanpa ini, suara dan kegiatan alumni India tidak akan terdengar. Dan kalau tidak terdengar, imej mahasiswa India dan pendidikan India tidak akan terangkat. Saya kira Sdri. Rahmanita Ginting, sebagai mahasiswi Mass Communition dapat menyumbangkan kapabilitasnya untuk menyemarakkan kegiatan alumni India di Medan kalau sudah pulang kelak.<br />
Di samping itu, dengan dekat pada kalangan media di Medan, selain untuk mempromosikan institusi dan kegiatan alumni India, juga dapat dimanfaatkan untuk mengenal dan dekat dengan kalangan wartawan yang pada gilirannya dapat mempermudah proses dimuatnya tulisan-tulisan kita; atau malah kita akan diminta menulis untuk mereka, bilamana perlu. Promosi dan public relations secara efektif sangatlah perlu. Pendekatan pribadi, secara personal juga perlu dilakukan. Namun, betapa letihnya mulut kita kalau harus berceloteh ke seluruh penduduk Medan satu demi satu hanya untuk menunjukkan bahwa kita itu eksis. Apa yang dilakukan rekan-rekan dengan menerbitkan dan menulis di jurnal JULISA sangat saya apresiasi. Saya bukan tidak tahu atau tidak apresiatif langkah baik dan positif yang Anda lakukan.<br />
Namun, saya sangat menyayangkan apabila alumni hanya berhenti sampai di situ, karena saya melihat kapabilitas dan potensi alumni India di Medan jauh melebihi itu. Dengan kata lain, apa yang dilakukan selama ini belum maksimum. Saya melihat koran-koran di Medan seperti Waspada, SIB, dan lain-lain dipenuhi oleh penulis-penulis dari USU atau universitas swasta yang bukan UISU — markas alumni India. Kalau itu terjadi, alumni India dimuat tulisannya apalagi dengan mengatasnamakan alumni India, sayalah orang pertama yang akan mengucapkan selamat dengan penuh rasa tulus, bangga dan bahagia.[] (bersambung)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ekorudi.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ekorudi.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ekorudi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ekorudi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ekorudi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ekorudi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ekorudi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ekorudi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ekorudi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ekorudi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ekorudi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ekorudi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ekorudi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ekorudi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ekorudi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ekorudi.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ekorudi.wordpress.com&amp;blog=1581998&amp;post=32&amp;subd=ekorudi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ekorudi.wordpress.com/2007/03/10/membina-hubungan-dengan-media/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2d8024282795aaa20af81b1800381618?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ekorudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
